some pieces of life ~

weep on the wall

it's not a fiction
say that we are sad
say that we're alone

you can  read writings on this note
can you read imagination of this kid?

you can solve equations of math
can you release chains around that kid's neck?

are we really fine
remaining as we are

you can recite critical analysis
can you recite your dreams today, from the beginning


-garuru

pundi terlupa

sekali masa belum lama saat berada di luar rumah ternyata lupa membawa pundi
situasi jadi sedikit kalut karena tidak mungkin membayar sepiring makanan di kedai
berbekal kartu plastik, untungnya tertinggal di bagasi si roda dua
separuh sebelum 1 jam berjalan kaki berpayung terik matahari siang hari akhirnya bertemu anjungan tunai swalayan
kembali lagi diguyur kalor dari atas kemudian sejenak beristirahat untuk mengusir panas dan dahaga
kubayar
di tengah jalan aku berpapasan dengan sesosok lelaki, padanya ada dua anak perempuan berusia balita
ah jelas, padanya kulihat setangkai guitarlele dan khas ditemani bungkus perman yang dipakai kembali
pikirku aneh apa coba saja aku duduk berteduh, dia hanya membuka sebungkus nasi, kenapa harus dimakan bertiga
aku langsung teringat, makanlah, jangan hiraukan apa-apa lagi, makan
terlintas juga, jika memang betul atau sekalipun kebetulan ada usaha, ada yang lebih banyak, apa bisa juga menandingi nikmatnya mereka bersantap
waktu menjentik dan saatnya aku beranjak lagi
aku lihat, pundi yang terabaikan itu tadi, dengan latar sisi jalan, teduh dinaungi rindang pohon


-garuru

setengah

sebelah mata
separuh dengar
bagian lelucon